Bizonmine

Satu Revolusi baru, konsep bisnis memadukan kemitraan dengan penghasilan pasif masa kini.

Dengan melakukan usaha seperti itu setiap anggota bisa meningkatkan penghasilannya. Sisa hasil usaha yang didapatkan oleh Bizonmine, akan dikembalikan kepada anggotanya sesuai dengan jasa dan juga aktivitasnya di dalam koperasi.

Kombinasi

KOPERASI, SOSMED & ONLINESHOP.

VIRTUAL OFFICE – Anggota Bizonmine dapat akses login untuk melihat struktur jaringan, Reward, edit profile dll.

SOSMED – Anggota Bizonmine dapat berkomunikasi sesame anggota

berbagi infomasi, opini dan juga pengalaman.

ONLINESHOP – Anggota Bizonmine mendapat Fasilitas untuk berjualan produk sendiri di situs bizonmine

INSENTIF dan Reward

Anggota bakal mendapat penghargaan dengan system reward point dan bias mendapat penghasilan Pasif.

Grand City – Mustikajaya Bekasi – SOLD OUT

 

Cluster Grand City  Bekasi.

Yang pertama di Bekasi.
Konsep hunian yang mengusung tinggi nilai investasi.
Terdapat 29 unit premium.

Dengan paduan konsep lingkungan yang asri, dimana terdapat areal taman dengan parking area dan Ruang Terbuka Hijau yang komplit, menjadikan salah satu alasan mengapa kami layak menjadi yang terbaik.

Kenyamanan dan keamanan sangatlah penting buat kami.
Pengawasan lingkungan yang dilakukan oleh sistem patroli security guard dan CCTV 24 jam dan pagar dinding keliling akan menjamin bahwa hunian ini sangat ideal untuk dijadikan sarana membangun masa depan keluarga dengan baik.

Kami sadar betul bahwa kelengkapan tersebut tidak sekedar untuk menambah nilai jual, tapi lebih dari sekedar Fasilitas terbaik yang berguna untuk keluarga terbaik.

Dapatkan segera penawaran terbaik ini selama tahap presale.
Hubungi marketing kami dan kunjungi booth tenda pemasaran kami di lokasi.

s

SENTRA TIMUR SUPERBLOCK – Jakarta Timur

Mau buka usaha ataupun Kantor, untuk Domisili Perusahaan di daerah Jakarta???….
Ruko Sentra Timur Commercial Park adalah tempat yg sangat Tepat & Strategis.

Karna :
• Ruko Sentra Timur berada di Sub Zona C1 (Campuran/Multifungsi).

• Kenaikkan Harga sangat Signifikan setiap Tahunnya…. Karna, berada dekat Pusar Pemerintah (Walikota Jakarta Timur, Pengadilan Negri, Kantor Polisi Militer dll)

• Di Apit oleh 3 Pintu Toll (Toll Pulogebang, Toll Bintara, & Toll Cakung Barat)

• Di dukung dgn Transportasi Umum (Stasiun Cakung Kereta Api, Halte Busway, Damri & Terminal Terpadu Modern Pulo Gebang serta Kendara Umun lainnya)

• Unit Ruko Ready Stok (Langsung Usaha / Buka Kantor)
• Penawaran Khusus, dgn penyesuai keadaan Keuangan (HARga SPECIAL, FREE DP 0%& TUNAI BERTAHAP s/d 60x)
Discont harga 200jt-an
•Dll masih banyak lagi.

WISMAYA RESIDENCE KOTA BEKASI

Salah satu fasilitas yang dihadirkan Wismaya Residence adalah Lobby Area yang terletak persis di depan Area Drop Off mobil

Lobby Wismaya Residence memudahkan penghuni agar bisa dengan nyaman dan aman menerima tamu jika memang tamu tidak ingin naik ke dalam apartment

Selain Lobby Wismaya Residence mempunyai private living yang terhubung langsung ke Comercial Area untuk memenuhi kemudahan gaya hidup anda

Segera miliki unit Wismaya Residence, dapatkan berbagai promo menarik dan hadiah langsung dari kami

Kunjungi Marketing Garelly Wismaya Residence

  1. M. Hasibuan No. 52 ( Arah villa kartini ) Kota Bekasi

Pasar Apartemen Strata Jabodetabek – Banten

Pasar apartemen menengah-atas sampai mewah di Jakarta masih terkonsentrasi di area CBD Jakarta dengan harga jual dapat mencapai 65 juta per m2. Gaya hidup tinggal di apartemen meskipun belum sepenuhnya diterima pasar, namun sudah memerlihatkan pergeseran perilaku konsumen untuk membeli apartemen. Apartemen-apartemen menengah, meskipun masih kental sebagai investasi, namun mulai banyak konsumen sebagai end user untuk dihuni. Di Jakarta sendiri kawasan apartemen urban menengah seperti Green Pramuka, Gading Nias, Kalibata City, Bassura City, Prajawangsa City, dan beberapa proyek di Kemayoran dan Sunter menunjukkan permintaan yang cukup tinggi. Dengan semakin terbatasnya lahan di Jakarta untuk dibangun apartemen menengah, maka pelebaran pasar pun mulai terjadi ke wilayah-wilayah penyangga Jakarta seperti Bekasi, Bogor, dan Tangerang.

Prospek lokasi-lokasi proyek apartemen yang dikembangkan dengan memerhitungkan Transit Oriented Development (TOD) akan menjadi primadona. Jalur Light Rail Transit (LRT) ke Bekasi dan Bogor akan diperhitungkan sebagai salah satu nilai tambah aksesibilitas bagi para konsumen apartemen.
Namun demikian, berdasarkan pengamatan yang dilakukan tren pengembangan apartemen ini seringkali menjadi latah tanpa memerhatikan pasar yang ada. Berlindung dibalik motif investasi, banyak pengembang yang tidak memerhatikan kapasitas potensi pasar sewa yang akan diperoleh calon pembeli. Banyak apartemen yang dibuat tanpa konsep sehingga menciptakan pasar semu yang rentan.

PASOKAN
Total pasokan unit apartemen strata di Jabodetabek sampai tahun 2016 tercatat 138.500 unit dengan pertumbuhan rata-rata 10,9 persen per tahun. Presentase pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2015 mencapai 20,9 persen dan terus berlanjut di tahun 2016 sebesar 13,3 persen.
Sedangkan di wilayah Banten, meskipun secara kumulatif masih jauh dari Jakarta, namun pasar apartemen di wilayah ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Total jumlah unit apartemen strata di Banten mencapai 15.220 unit pada tahun 2016 dengan pertumbuhan rata-rata 41,2 persen. Harga tanah yang sudah sangat tinggi, ‘memaksa’ para pengembang untuk mengembangkan hunian secara vertikal

PERMINTAAN
Berdasarkan analisis Indonesia Property Watch, secara umum tingkat penjualan apartemen strata di Jabodebek mengalami kecenderungan menurun di tahun 2016 menjadi 83,5 persen setelah sempat terjadi kenaikan di tahun 2015 sebesar 87,2 persen. Apartemen menengah atas relatif memiliki penurunan yang lebih besar dibandingkan segmen lainnya. Beberapa proyek apartemen yang telah dipasarkan mengalami perubahan fungsi menjadi hotel atau serviced apartment.
Fenomena ini merupakan indikasi awal yang menggambarkan pasar permintaan mulai terbatas di sebuah wilayah persaingan.
Kecenderungan penurunan juga terlihat di Banten dengan tingkat penjualan 78,2 persen turun dari 83,9 persen di tahun 2015. Dengan masih banyaknya apartemen yang dipasarkan maka persaingan semakin ketat di tahun 2017.
Tidak seiringnya pertumbuhan pasar apartemen dengan tingkat penjualan memberikan indikasi mulai terbatasnya kapasitas pasar apartemen di wilayah ini. Bahkan beberapa lokasi harus diwaspadai telah mencapai kondisi pasar yang jenuh. Karenanya analis pasar yang baik seharusnya dapat mengantisipasi kegagalan proyek dengan persaingan pasar yang ketat saat ini.

SEGMENTASI
Analisisi Indonesia Property Watch memerlihatkan pasokan apartemen strata di Jabodetabek dan Banten masih didominasi oleh segmen menengah (Rp 20-35 juta per m2) sebesar 61,9 persen, diikuti oleh segmen bawah (di bawah Rp 20 juta per m2) sebesar 28,57 persen dan segmen menengah atas (di atas Rp 35 juta per m2) sebesar 9,52 persen.

HARGA JUAL
Harga jual apartemen di Jabodetabek tahun 2016 rata-rata mencapai Rp 24,8 juta per m2 dengan pertumbuhan rata-rata 11,9 persen per tahun. Setelah mengalami peningkatan yang luar biasa pada tahun 2012 sebesar 45,4 persen, pertumbuhan harga jual apartemen mengalami kecenderungan perlambatan sampai tahun 2016.

disadur dari : Indonesia Property Market Handbook 2017 hal 67-69

Sumber : http://promex-indonesia.co.id/news/read/business-news/47/pasar-apartemen-strata-jabodetabek-banten.html

Pergerakan Pasar Sekunder di Jakarta dan Bandung

Berdasarkan analisis yang dilakukan di Indonesia Property Watch dan Bank Indonesia, pasar sekunder di semua wilayah di Jakarta mengalami kecenderungan perlambatan sejak tahun 2013 sampai akhir tahun 2015. Sebagian besar wilayah di Jakarta mengalami koreksi harga rata-rata sampai 0,5 persen, namun di beberapa lokasi koreksi harga dapat mencapai 3 persen sampai 5 persen. Wilayah-wilayah Kelapa Gading dan Pantai Indah Kapuk mengalami koreksi harga tertinggi, meskipun demikian kondisi ini berangsur-angsur pulih memasuki semester II/2016. Melihat kondisi ini diperkirakan keseimbangan pasar sudah mulai terjadi di wilayah-wilayah ini secara umum.

Pada pertengahan tahun 2016, pasar sekunder relatif sudah mulai menunjukkan pergerakan dengan pertumbuhan tertinggi berada di Jakarta Timur. Bahkan di awal tahun 2016 pasar sekunder mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) diperkirakan menjadi salah satu sebab pasar lebih optimis khususnya di jalur-jalur yang akan dilalui jaringan tranportasi ini, seperti Kelapa Gading, Pulomas, Fatmawati, TB Simatupang, dan Lebak Bulus. Peningkatan ini masih diperkirakan terlalu tinggi yang terbukti dengan kembali terjadi koreksi dan perlambatan di Q2/2016.
Melihat kondisi pasar sekunder Jakarta ke depan, meskipun masih terjadi fluktuasi harga, namun tren positif sudah mulai terlihat di akhir tahun 2016. Selain sudah mulai terbatasnya pasar primer di Jakarta, pembangunan beberapa infrastruktur akan menjadi penentu arah perkembangan pasar sekunder di Jakarta.

Pergerakan Pasar Sekunder Bandung

Berdasarkan analisis yang dilakukan di Indonesia Property Watch dan Bank Indonesia, terlihat perkembangan harga rumah sekunder di wilayah Bandung masing mengalami perlambatan sampai akhir tahun 2016. Wilayah Bandung Timur dan Bandung Selatan, yang sempat mengalami pertumbuhan beberapa triwulan, di Q4-2016 relatif mengalami penurunan. Sebaliknya wilayah Bandung Kota menunjukkan pertumbuhan tertinggi. Begitu pula dengan wilayah Bandung Utara. Beberapa hal yang diperkirakan memberikan dampak negatif di wilayah-wilayah Bandung terkait dengan banjir yang melanda Kabupaten bandung. Meskipun sebagian besar banjir terjadi di Kabupaten Bandung, namun secara psikologisnya berdampak pada pergerakan pasar rumah khususnya di wilayah Bandung Timur dan Bandung Selatan.
Akibat bencana banjir di Kabupaten Bandung yang berbatasan dengan wilayah Kota Bandung beberapa waktu lalu memberikan dampak terhadap koreksi harga rumah sekunder. Banjir yang melanda Kecamatan Baleendah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Bojongsoang, Kecamatan Rancaekek, dan Kecamatan Majalaya, mengakibatkan kekhawatiran pasar akan berimbas ke wilayah Kota Bandung. Hal ini tergambarkan dengan koreksi harga rumah pada kedua wilayah ini. Di wilayah Bandung Barat, pembangunan Jalan Tol Soreang – Pasir Koja (Soroja) masih belum dapat mendongkrak harga rumah sekunder. Rencana pembangunan Jalan Tol Pasteur yang tembus hingga Ujungberung dan Cileunyi, setidaknya akan membuat kawasan Bandung Timur dan Selatan menjadi salah satu kawasan yang bernilai ekonomis dalam jangka panjang.

Selain itu pembangunan infrastruktur yang mengarah ke Bandung Timur dengan perencanaan proyek jalan tol yang akan menghubungkan Purbaleunyi dan Gede Bage akan berimbas pada Bandung Selatan. Termasuk pembangunan di Kota Bandung kini semakin bertumbuh dengan adanya rencana pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu). Kawasan Bandung Timur terasa akan lebih maju, minimal untuk kawasan Cileunyi, Jatinangor, hingga ke arah Sumedang. Seiring juga dengan pembanguna Stadion Gelora Bandung Lautan Api yang sudah mulai direncanakan. Hal ini terlihat dari pergerakan harga di wilayah Mandalajati, Cibiru, dan sekitarnya. Tren harga rumah sekunder di Bandung belum secara jelas terlihat. Sampai akhir tahun 2016 relatif masih memerlihatkan kecenderungan melambat, meskipun wilayah Bandung Kota dan Bandung Selatan sempat terjadi peningkatan. Pergerakan harga rumah akan terjadi di wilayah-wilayah yang berpotensi dilalui rencana infrastruktur akan menjadi arah perkembangan wilayah Bandung yang akan mendongkrak harga rumah sekunder.

Sumber : http://promex-indonesia.co.id/news/read/business-news/46/pergerakan-pasar-sekunder-di-jakarta-dan-bandung.html

Properti Pilihan Professional Muda Millenials

Para profesional muda yang dikenal dinamis memiliki kriteria tersendiri dalam memilih hunian. Meski menempatkan pertimbangan jarak dan keterjangkauaan harga sebagai hal utama, mereka juga menuntut kenyamanan dan keamanan sesuai gaya hidup modern. Dengan hunian yang nyaman mereka bisa bekerja dan meningkatkan produktivitas mereka. Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) DKI Jakarta Lukas Bong mengatakan, persoalan profesional muda adalah kemampuan keuangan mereka yang sangat ketat sehingga sulit untuk bisa membeli hunian sendiri. Di sisi lain, mereka juga punya standard tersendiri dalam meminta fasilitas-fasilitas pendukung agar bisa merasa nyaman, aman dan produktif. Pihaknya pun mengapresiasi para profesional muda yang kini mulai memikirkan untuk memiliki hunian sendiri. Menurutnya, banyak profesional muda yang memilih kost di bilangan Sudirman atau Kuningan dengan biaya mahal Rp2 juta – Rp3 juta per bulan.

Opsi membeli apartemen atau kondominium di Jakarta sudah terlampau mahal. Akan tetapi untuk untuk membeli di Bekasi, Depok atau Bogor misalnya sudah jauh, harga pun cukup mahal sehingga tetap sangat berat. Jarak yang terlalu jauh juga memakan energi sehingga mereka kurang produktif. “Kalau di daerah Ciledug misalnya, ya masih boleh lah karena tidak terlalu jauh dari daerah Senayan, Jakarta,” ujarnya.

Selain pertimbangan harga dan jarak, orang-orang seperti dirinya juga butuh hunian yang cocok dengan gaya hidup millenial yang modern dan dinamis, memberi inspirasi untuk makin produktif, sangat mendukung dunia digital, senang berkumpul dengan rasa komunitas yang kuat, suka traveling, punya interest tinggi pada kesehatan, suka praktis dan berorientasi hasil, dan suka traveling. Dia memperkirakan budget yang membuat generasi millenial mampu mencicil hunian sendiri berada pada kisaran Rp3-4 jutaan per bulan. Seperti umumnya generasi milenial, mereka setiap saat berusaha untuk memberikan hasil terbaik dan berkarya di bidang yang diminati. Itu sebabnya, sebuah hunian harus memberikan rasa bangga dan juga mendorong kreatifitas.

Disadur dari : http://properti.bisnis.com/read/20170927/107/693409/properti-pilihan-profesional-muda-millennials-dua-hal-ini-dipilih-selain-jarak-dan-harga